STIKES KARYA HUSADA PARE KEDIRI

STIKES KARYA HUSADA PARE KEDIRI

Rabu, 16 November 2011

ASKEB NEONATUS BAYI dengan ORAL TRUSH


DEFINISI ORAL TRUSH
Oral trush (stomatitis) adalah radang mulut (pada bibir atau lidah). Hal ini biasanya dijumpai pada bayi dan anak - anak kecil yang minum susu dengan botol atau dot atau anak kecil yang menghisap dot keripung (fopspean) yang tidak diperhatikan kebersihannya. Misalnya : dot tersebut tidak pernah direbus sehingga bakteri berkembang biak. (Asuhan Kesehatan Anak dalam konteks keluarga : 1993)
Oral trush ini kadang sulit dibedakan dengan sisa susu, terutama pada bayi yang mendapatkan susu formula (Pengganti air Susu Ibu – PASI). Sisa susu yang berupa lapisan endapan putih tebal pada lidah bayi ini dapat dibersihkan dengan kapas lidi yang dibasahi dengan air hangat. (M. Scharin, 1994: 448)
Oral trush adalah terinfeksinya membrane mikosa, mulut bayi oleh jamur candidiasis yang ditandai dengan munculnya bercak - bercak putih dan membentuk plak - plak berkeping di mulut. Biasanya penderita akan menunjukkan gejala demam karena adanya iritasi gastrointestinal. (Vivian, 2010. Salemba Medika)
        Oral Trush adalah kandidiasis selaput, lendir mulut, biasanya mukosa dan lidah, dan kadang-kadang palatum, gusi serta lantai mulut. Penyakit ini ditandai dengan plak-plak putih dari bahan lembut menyerupai gumpalan susu yang dapat dikelupas, yang meninggalkan permukaan perdarahan mentah.
Penyakit ini biasanya menyerang bayi yang sakit atau lemah, individu dengan kondisi kesehatan buruk, pasien dengan tanggap imun lemah, serta kurang sering, pasien yang telah menjalani pengobatan dengan antibiotik. Trush (suatu infeksi jamur di mulut) disertai luka di mulut dan peradangan gusi, bisa merupakan pertanda awal dari adanya gangguan sistem kekebalan.

KLASIFIKASI
Ada 3 jenis oraltrush yang kerap menyerang anak, yaitu:
1.     Stomatitis apthosa
Sariawan ini akibat adanya trauma, misalnya tergigit atau terkena sodokkan sikat gigi hingga luka atau lecet. Bila kuman masuk dan daya tahan tubuh menurun, maka luka menjadi infeksi. Biasanya timbul peradangan dan rasa sakit atau nyeri. Untuk kebaikan si kecil, pilihlah sikat gigi yang lembut dan bersihkan gigi secara benar untuk mengurangi potensi luka.
2.     Oral thrush/moniliasis
Disebabkan oleh jamur candida albican yang biasanya dijumpai dan bersarang di lidah. Pada keadaan normal, jamur memang terdapat dalam mulut. Tapi saat daya tahan tubuhnya menurun, serta penggunaan obat antibiotik yang berlangsug lama atau melebihi jangka waktu pemakaian, akan memudahkan jamur candida albican tumbuh melebihi normal.
3. Stomatitis herpetic
Disebabkan virus herpes simplek dan berlokasi di bagian belakang tenggorokan. Sariawan ditenggorokan terjadi jika ada virus yang sedang mewabah dan daya tahan tubuh sedang rendah.Sariawan jenis stomatitis herpetic dan stomatitis apthosa biasa terjadi pada anak-anak, sementara anak balita lebih banyak mengidap sariawan jenis moniliasis.

ETIOLOGI
Pada umumnya oral thrush disebabkan oleh :
1.     Jamur candida albicans yang ditularkan melalui vagina ibu yang terinfeksi selama persalinan(saat bayi baru lahir).
2.     Transmisi melalui botol susu dan puting susu yang tidak bersih, atau cuci tangan yang tidak benar.
3.     Jamur candida albicans bersifat saprofit sehingga jika daya tahan tubuh bayi turun.
4.     Pengguna antibiotika yang lama dapat terjadi pertumbuhan jamur candida secara cepat dan dapat menimbulkan infeksi berupa oral thrush dan diare, sehingga apabila penggunaan antibiotik tertentu pada usia dibawah 1 tahun akan mengakibatkan sariawan atau oral thrush yang menetap.
5.     Candida albicans tahan terhadap hampir semua antibiotika yang biasa dipergunakan dan dapat berkembang sewaktu mikroorganisme lain tertekan.
6.        Oral thrush juga dapat terjadi karena bakteri di dalam mulut karena kurang menjaga kebersihan di mulut.
7.     Superinfeksi setelah terapi antibiotika, malnutrisi, cacat imunologi, dan hipoparatiroidisme. Infeksi berat dapat menyebar menuruni esophagus.

PATOFISIOLOGIS
Infeksi mulut yang disebabkan oleh kandida albicans pada neonatus. Pada keadaan daya tahan tubuh bayi menurun, dapat juga sebagai komplikasi akibat penggunaan antibiotik lama. Infeksi mula-mula terdapat di mulut kemudian di esofagus ke traktus digestifus timbul diare.

 
TANDA DAN GEJALA
2.4.1 Tanda
- Bayi :
§  Gejala trush berupa suhu badan meninggi hingga 40 derajat Celcius.
§  Mengeluarkan air liur lebih dari biasa.
§  Rewel dan gelisah terus.
§  Tak mau makan atau makanan dimuntahkan.
§  Tak mau susu botol bahkan ASI.
§  Biasanya disertai dengan bau mulut yang kurang sedap.
-   Balita :
§  Kadang suhu yang naik tak terlalu tinggi dan nafsu makannya berkurang.






2.4.2 Gejala
§  Lidah yang menjadi agak licin.
§  Lidah berwarna kemerah-merahan.
§  Timbul luka dibagian bawah dan pinggir atau pada belahan bagian tengah lidah.
§  Pada pipi bagian dalam tampak bintik - bintik putih, terkadang terdapat benjolan kecil yang dapat pecah sehingga mulut terasa perih.
§  Tampak bercak keputihan pada mulut, seperti bekas susu yang sulit dihilangkan.
§  Bayi kadang-kadang menolak untuk minum atau menyusu.
§  Mukosa mulut mengelupas.
§  Lesi multiple (luka-luka banyak) pada selaput lendir mulut sampai bibir memutih menyerupai bekuan susu yang melekat, bila dihilangkan dan kemudian berdarah.
§  Bila terjadi kronis maka terjadi granulomatosa (lesi berbenjol kecil) menyerang sejak bayi sampai anak - anak yang berlangsung lama hingga beberapa tahun akan menyerang kulit anak.
§  Gejala yang muncul adalah suhu badan meninggi sampai 40 derajat celcius.
§  Tak mau makan atau makan dimuntahkan, tak mau susu botol bahkan asi, dan gelisah terus.
§  Bayi banyak mengeluarkan air liur lebih dari biasanya.
§  Secara psikis, dia akan rewel.

DIAGNOSA
Diagnosa oral trush dapat ditegakkan minimal dengan adanya 3 – 4 dari tanda dan gejala yang spesifik, yaitu :
1.      Gejala trush berupa suhu badan meninggi hingga 40 derajat Celcius.
2.     Lidah berwarna kemerah-merahan.
3.     Tampak bercak keputihan pada mulut, seperti bekas susu yang sulit dihilangkan.
4.     Lesi multiple (luka-luka banyak) pada selaput lendir mulut sampai bibir memutih menyerupai bekuan susu yang melekat, bila dihilangkan dan kemudian berdarah.
5.     Pada pemeriksaan laborat terdeteksi bakteri Candidiasis Albican.
PENATALAKSANAAN
Medis  / Pengobatan
Memberikan obat anti jamur, misalnya :
a) Miconazol : mengandung miconazole 25 mg per ml, dalam gel bebas gula. Gel miconazole dapat diberikan ke lesi setelah makan.
b) Nystatin : tiap pastille mengandung 100.000 unit nistatin. Satu pastille harus dihisap perlahan-lahan 4 kali sehari selama 7-14 hari. Pastille lebih enak daripada sediaan nistatin lain. Nistatin ini mengandung gula.
Keperawatan
Masalah dari oral thrush pada bayi adalah bayi akan sukar minum dan risiko terjadi diare. Upaya agar oral thrush tidak terjadi pada bayi adalah mencuci bersih botol dan dot susu, setelah itu diseduh dengan air mendidih atau direbus hingga mendidih (jika botol tahan rebus) sebelum dipakai.
Apabila di bangsal bayi rumah sakit, botol dan dot dapat disterilkan dengan autoclaff dan hendaknya setiap bayi menggunakan dot satu-satu atau sendiri-sendiri tetapi apabila tidak memungkinkan atau tidak cukup tersedia hendaknya setelah dipakai dot dicuci bersih dan disimpan kering, nanti ketika akan dipakai seduh dengan air mendidih.
Bayi lebih baik jangan diberikan dot kempong karena selain dapat menyebabkan oral thrush juga dapat mempengaruhi bentuk rahang. Jika bayi menetek atau menyusu ibunya, untuk menghindari oral thrush sebelum menyusu sebaiknya puting susu ibu dibersihkan terlebih dahulu atau ibu hendaknya selalu menjaga kebersihan dirinya.Adanya sisa susu dalam mulut bayi setelah minum juga dapat menjadi penyebab terjadinya oral thrush jika kebetulan ada bakteri di dalam mulut.
Untuk menghindari kejadian tersebut, setiap bayi jika selesai minum susu berikan 1-2 sendok teh air matang untuk membilas sisa susu yang terdapat pada mulut tersebut. Apabila oral thrush sudah terjadi pada anak dan sudah diberikan obat, selain menjaga kebersihan mulut berikanlah makanan yang lunak atau cair sedikit-sedikit tetapi frekuensinya sering dan setiap habis makan berikan air putih dan usahakan agar sering minum. Oral thrush dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan mulut dan sering-seringlah minum apalagi sehabis makan.
Kebidanan
Oral trush pada umumnya bisa sembuh dengan sendirinya, akan tetapi lebih baik jika diberikan pengobatan dengan cara berikut :
1. Bedakan oral trush dengan endapan susu pada mulut bayi.
2. Apabila sumber infeksi berasal dari ibu maka ibu harus segera diobati dengan penberian antibiotik spektrum luas.
3. Jaga kebersihan dengan baik terutama kebersihan mulut.
4. Bersihkan daerah mulut bayi setelah makan atau minum susu dengan air matang dan juga bersih.
5. Pada bayi yang minum susu dengan menggunakan botol gunakan teknik steril dalam membersihkan botol susu.
6. Berikan terapi pada bayi :
a. 1 ml larutan nystatin 100000 unit diberikan 4 kali sehari dengan interval setiap 6 jam selama 7-14 hari.
b. Gentian violet 5% 3 kali sehari.
7.   Mengolesi puting susu dengan cream nistatin/gentian violet setiap selesai menyusui selama bayi diobati.

PROGNOSA
            Sebetulnya oral trush bisa sembuh sendiri seperti sariawan herpetik. Biasanya memakan waktu penyembuhan sekitar seminggu. Jika trush tidak diobati akan bisa berkelanjutan. Memang tak sampai menyebar ke seluruh tubuh, paling hanya di sekitar mulut. Tetapi, sangat memungkinkan terjadinya diare, apabila jamurnya tertelan, mengalir lewat pembuluh darah.
2.9 KOMPLIKASI
Apabila oral trush tidak segera ditangani atau diobati maka akan menebabkan kesukaran minum (menghisap puting susu atau dot) sehingga akan berakibat bayi kekurangan makanan. Oral thrush tersebut dapat mengakibatkan diare karena jamur dapat tertelan dan menimbulkan infeksi usus yang bila dibiarkan dan tidak diobati maka bayi akan terserang diare.

PENCEGAHAN

Tidak ada cara untuk mencegah terpajan pada kandida. Obat - obatan tidak biasa dipakai untuk mencegah kandidiasis. Ada beberapa alasan : Penyakit tersebut tidak begitu bahaya. Ada obat - obatan yang efektif untuk mengobati penyakit tersebut. Memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan terapi antiretroviral (ART) adalah cara terbaik untuk mencegah jangkitan kandidiasis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar